Evaluasi Diri Sekolah (EDS)

Kegiatan Analisis EDS Tahun 2013 Selengkapnya »

Komputerisasi Pengelolaan Keuangan

Workshop Komputerisasi Pengelolaan Keuangan - Metode PjBL Selengkapnya »

Rapat Koordinasi UKG

Rakor UKG dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Propinsi Riau Selengkapnya »

Pelaksanaan UKG 2014

Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Tahun 2014 Selengkapnya »

Lesson Study

Lesson Study ~ Solusi Mengatasi Masalah Praktik Pembelajaran Di Kelas Selengkapnya »

Musyawarah Guru Mata Pelajaran

MGMP Sebagai Upaya Meningkatkan Keprofesionalan Guru IPA SMP Kota Pekanbaru Selengkapnya »

Pembekalan Pelatihan Kurikulum 2013

Kegiatan Pembekalan Panitia Lokal Pelatihan Kurikulum 2013 di Kabupaten Selengkapnya »

Upacara 17 Agustus 2014

Peringatan Upacara 17 Agustus di LPMP Riau Selengkapnya »

Kriteria Penilai PK Guru

Kriteria Sebagai Penilai Penilaian Kinerja Guru (PKG) Selengkapnya »

 

Ketentuan Pengajuan NUPTK Baru Bagi Guru Non PNS Tahun 2014

PadamuNegeriKetentuan Pengajuan NUPTK Baru Bagi Guru Non PNS Tahun 2014 ~ Pengajuan NUPTK merupakan salah satu Agenda PADAMU NEGERI tahun 2014. Untuk mendapatkan NUPTK setiap PTK harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu yang berubah setiap tahunnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh BPSDMPK PMP.

Hasil UN Tetap Jadi Salah Satu Pertimbangan dalam SNMPTN

Jakarta, Kemendikbud — Hasil ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA yang akan diumumkan pada 18 Mei 2015 tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 0123/MPK.H/KR/2015 dan Nomor 8/M/KB/II/2015, tertanggal 17 Februari 2015.

Pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian Siswa SMK Jadi Kewenangan Panitia Provinsi

Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dituntut untuk memiliki kompetensi dalam bidang keahlian. Kompetensi tersebut dinilai dari ujian praktik kejuruan yang mengambil bobot 70 persen dan 30 persen lainnya dari ujian teori kejuruan.

Jumlah Sekolah Propinsi Riau

DATA SEKOLAH PER KABUPATEN / KOTA
PROPINSI RIAU

Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pondok Pesantren

PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
PADA PONDOK PESANTREN

Oleh: Warsito, S.Si, MT (warsito_w@yahoo.com)

ABSTRAK

Salah satu model pendidikan yang sudah cukup lama diterapkan secara mandiri oleh masyarakat adalah pondok pesantren. Pada lembaga ini memiliki budaya pembinaan yang dikembangkan secara turun-menurun dari pengembangnya terdahulu. Lahirnya kurikulum 2013 di tengah-tengah kemajuan dunia pendidikan saat ini dapatkah memberikan konstribusi bagi dunia pesantren ?. Beberapa pesantren memiliki keunikan dalam pembelajaran yang tidak bias diseragamkan seperti pelajaran umum.

Menulis Jurnal Reflektif Mengajar dan Manfaatnya Bagi Guru Dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

MENULIS JURNAL REFLEKTIF MENGAJAR DAN  MANFAATNYA BAGI GURU
DALAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN

Oleh: Zulyetti, SS., M.Ed (zulyetti.zulyetti@gmail.com)

ABSTRAK

 

Guru diwajibkan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan. Akan tetapi banyak guru yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan ini. Tulisan singkat ini membahas tentang jurnal reflektif mengajar dan  manfaat membuat jurnal reflektif mengajar sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

REKAPITULASI PENERBITAN NUPTK BULAN JANUARI 2015

feb mutakhir oke

UN Berbasis Komputer Hanya Dilakukan di Sekolah Perintis

Jakarta, Kemendikbud — Ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) sudah diujicobakan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud sejak tahun lalu dalam UN 2014. Tahun 2015 ini CBT akan diselenggarakan lebih luas lagi dengan memilih sekolah-sekolah piloting atau sekolah perintis. Kemendikbud telah memilih 862 SMA/SMK sebagai sekolah perintis CBT untuk diverifikasi kesiapannya oleh dinas pendidikan provinsi.

Tiga Bentuk Pemanfaatan Hasil UN

Jakarta, Kemendikbud — Hasil ujian nasional tahun 2015 akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk tiga pemanfaatan. Pemetaan mutu program dan satuan pendidikan, dasar seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, dan pembinaan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Ketiga hal tersebut mengemuka pada rapat kerja (raker) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dengan Komisi X DPR RI, di Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (27/01/2015).

Dalam paparannya Mendikbud menyampaikan, untuk pemetaan, hasil UN tidak hanya dimanfaatkan oleh pemerintah saja. Siswa, orang tua, dan guru juga bisa memanfaatkan hasil UN yang tertera dalam surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) untuk pemetaan dan pembinaan.

Mendikbud mengatakan, dalam laporan hasil UN yang akan diterima siswa ada beberapa komponen yang bisa dibaca. Jika selama ini yang tertera di hasil UN siswa hanya angka dan mata pelajaran, maka di SKHUN tahun ini siswa tidak hanya dapat melihat nilainya tapi juga rerata sekolah, rerata nasional, dan deskripsi nilai.

“Anak bukan hanya mendapatkan angka, tapi juga komponenya,” ujarnya. Komponen yang dimaksud Mendikbud adalah penjabaran setiap mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Ia mencontohkan, pada pelajaran matematika misalnya, komponen yang dinilai adalah trigonometri, aritmatika, dan geometri. Siswa dapat melihat dimana kekuatan dan kelemahannya dalam mata pelajaran ini.

Setelah data terkumpul, tidak hanya siswa yang mengetahui kompetensinya, tapi juga guru, sekolah, dan orang tua. Dan untuk perbaikan, hasil tersebut bisa digunakan oleh musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk dijadikan acuan dalam menyusun materi pembelajaran.

Mendikbud menjelaskan, dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa pada mata pelajaran yang diujikan, maka juga dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan tempat siswa melanjutkan pendidikannya. Sekolah baru siswa tersebut bisa menjadikan hasil UN ini sebagai pegangan untuk pembinaan kepada siswa ini.

Dengan pergeseran pemanfaatan hasil ujian nasional ini, Mendikbud berharap agar ujian nasional tidak lagi jadi ujian berisiko tinggi. Ia menekankan, UN harus memiliki orientasi positif dan menjadi insentif. “Itu yang kita dorong,” katanya. (Aline Rogeleonick/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea). Sumber: Kemendikbud.go.id

PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PENGAJARAN BAHASA INGGRIS PADA KURIKULUM 2013

PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PENGAJARAN BAHASA INGGRIS
PADA KURIKULUM 2013

Oleh: Zulyetti, SS., M.Ed (zulyetti.zulyetti@gmail.com)

ABSTRACT

This article discusses  a possibility  to apply the Scientific approach  to the teaching  of English as a foreign language. The discussion in this article will  be  focused  on  the  characteristics  of  the  Scientific  approach,  the  current practice of teaching English in Indonesia, and a suggested model for teaching English using the Scientific approach.

Mengukur Tingkat Keberhasilan Diklat dengan Evaluasi Model Summative pada Diklat PKB KS/M

MENGUKUR TINGKAT KEBERHASILAN DIKLAT DENGAN EVALUASI MODEL SUMMATIVE
PADA DIKLAT PKB KS/M

Oleh: Warsito, S.Si, MT (warsito_w@yahoo.com)

ABSTRAK

 

Diklat merupakan salah satu sarana peningkatan kualitas pendidikan. Di negara-negara maju, diklat menjadi program pokok yang diprioritaskan. Salah satu bentuk pengontrolan mutu diklat yaitu mengukur tingkat keberhasilan diklat.

Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjtan (PKB) kepala sekolah/madrasah Tingkat SD/MI bertujuan memberikan kemampuan dasar kompetensi tingkat dasar bagi kepala sekolah/madrasah. Dalam penelitian ini teknik pengukuran yang digunakan adalah model summative, yaitu dengan mengukur tingkat ketercapaian diklat